Kamis, 13 April 2017

Ambulan Gratis Bandung, Taman Firdaus, Jasa Mengurus Jenazah Muslim Di Bandung | 0851 0004 2009

pesantren tahfidz quran terbaik,pesantren penghafal al quran,darul quran tangerang,pondok pesantren anak gratis,pesantren tahfidz bandung,ponpes tahfidz terbaik,menghafal quran,dinas pertamanan dan pemakaman,tahfidz anak usia dini,pesantren tahfidz quran di jawa barat
pesantren tahfidz di bandung,program hafalan al quran,dinas pemakaman,sekolah tahfidz quran di bandung,pemakaman baru,sekolah tahfidz,santri tahfidz,model kuburan islam,pesantren gratis di bandung,sekolah hafiz quran

Firdaus Memorial Park lahir atas dasar pemikiran semakin sempitnya lahan pemakaman yang ada khususnya di daerah perkotaan, sedangkan menyediakan lahan pemakaman hukumnya fardhu kifayah (kewajiban kolektif). Selain itu banyak pula lahan pemakaman di Indonesia yang tidak asri, tidak nyaman, dan tidak ramah lingkungan bahkan terkesan menyeramkan. Di sisi yang lain bahwa biaya pemakaman di Kota Bandung khususnya bisa mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 2 Juta yang mana sangat memberatkan keluarga dhuafa.
Maka dari hal-hal tersebut diatas, WakafPro 99 sebagai lembaga wakaf produktif melahirkan Program Firdaus Memorial Park yang dikelola dengan konsep wakaf, bukan bisnis atau komersil.
Konsep Asri, Nyaman, Ramah Lingkungan dan Sesuai Syariah dalam Program Firdaus Memorial Park dijabarkan sebagai berikut:
  1. Asri artinya indah dan enak dipandang mata. Konsep pemakaman muslim ini harus jauh dari kesan kumuh dan menyeramkan, bahkan harus lebih mirip dengan taman daripada kuburan.
  2. NYAMAN artinya membuat tenang siapapun yang datang. Konsep pemakaman ini harus membuat khusyu’ dan nyaman siapapun yang berziarah atau yang mengantarkan jenazah. Karenanya, area pemakaman ini harus dijauhkan dari banyaknya pengemis dan segala hal yang mengganggu kenyamanan, bahkan harus ada fasilitas-fasilitas ibadah dan umum, semisal masjid, pesantren, minimarket, meeting point, dll.
  3. Ramah Lingkungan artinya bersahabat dengan alam. Konsep pemakaman harus steril dari bangunan atau tembok yang akan menghalangi penyerapan air.
  4. Sesuai Syariah berarti sesuai dengan contoh Rasulullah saw. diantaranya adalah larangan untuk mendirikan bangunan di atasnya, mencegah peziarah untuk melaksanakan ibadah di atasnya, dan mencegah anak-anak atau siapapun bermain-main sehingga menginjak makam.
Kami mengajak kaum muslimin untuk berwakaf dalam Program tersebut, cukup dengan berwakaf nominal 15 juta + Infaq Operasional 10%(Rp 1.500.000), muwakif mendapatkan benefit:
  1. Kavling ukuran 2x1 sebanyak 2 lahan untuk muwakif dan keluarga,
  2. Termasuk berwakaf penyediaan kavling yang sama untuk keluarga dhuafa,
  3. Wakaf untuk program sosial lainnya
  4. Wakaf untuk berbagai macam usaha produktif (wakaf produktif)
Insya Allah, berapapun dana yang anda wakafkan dalam program Firdaus Memorial Park, akan menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir sebagai bekal dalam menapaki perjalanan hidup selanjutnya.
Isi Formulir Partisipasi Wakaf Dan Daftar Sekarang:
http://www.firdausmemorialpark.org/pendaftaran


Rabu, 12 April 2017

Sejarah Sinergi Foundation

Sejarah
Pada Mulanya
 
Pada 14 Oktober 2002, embrio Yayasan Semai Sinergi Umat didirikan oleh Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, yang sekaligus menjadi Ketua Dewan Pembina. Turut serta menandatangani akta Yayasan sebagai anggota Dewan Pembina, antara lain: H. Rachmat Badruddin (Pengusaha cum Ketua Dewan Teh Indonesia), H. Achmad Noe’man dan H. Erie Sudewo (Social Enterpreneur cum Pendiri Dompet Dhuafa Republika). Adapaun pendirian Yayasan tersebut disaksikan langsung di depan Notaris Evy Hybridawati Wargahadibrata, SH.
Dalam kiprahnya di tengah masyarakat, embrio Yayasan Semai Sinergi Umat telah memunculkan beragam aktivitas program pemberdayaan yang inspiratif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan santuan (Charity). Hal Ini tercermin antara lain dengan lahirnya: Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC), Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM), SFRescue, Sinergi dan Advokasi Bebas Rentenir, Ternakita, Beasiswa Pemimpin Bangsa (BPB), MyTeacher, Sekolah untuk Semua, juga Pesantren Teraphis. Dalam perkembangannya, lahir pula Lembaga Wakaf Produktif (WakafPro 99), Tabloid Alhikmah, Green Akikah, Sinergi Training Center dan beberapa lainnya.
 
Seiring perkembangan lembaga, yang berbanding lurus dengan kompleksitas problematika umat yang mengemuka, menuntut perubahan format kelembagaan, sebagai bentuk penyelerasan.  Karenanya, dalam Rapat Resmi Dewan Pembina per tanggal 17 Februari 2011, Embrio Yayasan Semai Sinergi Umat berubah menjadi Yayasan Semai Sinergi Umat (Sinergi Foundation). Perubahan tersebut secara formil disahkan dalam Akta Notaris Nomor 24, tanggal 17 Februari 2011, yang dibuat oleh Notaris Evi Hibridawaty, SH. Dan diputuskan oleh Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 5622.AH.01.05. Tahun 2011 tentang Perubahan Anggaran Dasar Yayasan Pasal 1 dan Pasal 5, yaitu Perubahan Nama menjadi Yayasan Semai Sinergi Umat atau Sinergi Foundation.




Selasa, 11 April 2017

Workshop Lumbung Desa Memanggil Pemuda/i Pembangun Negeri Di Jakarta


Segera daftar dan ikuti workshop:

LUMBUNG DESA MEMANGGIL

Pemuda/i Pembangun Negeri

Pendaftaran paling lambat: Rabu, 12 April 2017

Silakan Download Formulir Pendaftaran via button di bawah ini :

Info selengkapnya:

Contact Person : Suri (0882 1842 4403)
E-mail: info@sinergifoundation.org
Note: 10 peserta & desa terbaik berhak menjadi mitra program Lumbung Desa Sinergi Foundation




Infaq Pengadaan Ambulance Untuk Dhuafa Di Jakarta


Tingginya kebutuhan pelayanan ambulance gratis di tengah umat harus menjadi perhatian bersama. Masalah transportasi pasien gawat darurat atau ambulance sampai saat ini terasa masih kurang seimbang dengan jumlah masyarakat dalam satu Kecamatan atau Desa. Keberadaan ambulance menjadi kebutuhan pokok bagi pasien terutama bagi masyarakat yang kurang mampu yang membutuhkan ambulance dengan segera namun terbatasi oleh biaya.

Untuk itu, Sinergi Foundation berupaya menghadirkan program layanan Ambulance Gratis Untuk Dhuafa yang bertujuan meringankan beban warga tidak mampu khususnya Dhuafa yang membutuhkan layanan pengantaran pasien atau jenazah secara gratis mengingat biaya ambulance harganya tidaklah murah bagi mereka.

Mengingat mobil ambulance yang ada di Sinergi Foundation saat ini jumlahnya hanya satu unit dimana saat ini difungsikan untuk melayani masyarakat di wilayah Bandung dan Sekitarnya sehingga, ketika satu mobil dipakai mengantar dan melayani masyarakat dan ada masyarakat lain juga yang membutuhkan ambulance di waktu yang sama dalam keadaan darurat akhirnya tidak bisa terlayani. Maka dari itu melalui program Infaq Pengadaaan Ambulance Gratis Untuk Dhuafa ini Sinergi Foundation berharap,  bisa memberikan lebih banyak lagi pelayanan kepada masyarakat Dhuafa dan Kurang mampu yang membutuhkan ambulance gratis di saat darurat.

Sinergi Foundation memberikan kesempatan kepada para donatur khususnya, umat muslim umumnya, untuk turut serta dalam mewujudkan program tersebut dengan menjadikan Program ini sebagai ladang bagi bapak/ibu sekalian. Berapapun donasi anda itu sangat berarti bagi mereka.





Minggu, 09 April 2017

Penyuluhan Pertanian Yang Baik, Lembaga Pengolahan Limbah Organik, Lokakarya Swasembada Pangan Di Bandung


Segera daftar dan ikuti workshop:
LUMBUNG DESA MEMANGGIL
Pemuda/i Pembangun Negeri

13-16 April 2017
Hotel Dewi Asri Tasikmalaya & Lumbung Desa Kp. Cibaeud Cigalontang Tasikmalaya

Narasumber:
Sudirman Said (Inisiator Institut Harkat Negeri, Menteri ESDM periode 2015-2016)
Erie Sudewo (Social Innovator, Peraih Penghargaan Social Entrepreneur dari Ernst n Young, Tokoh Zakat Nasional)
TO Suprapto (Founder Kawasan Pertanian Terpadu “Joglo Tani”)
Nizar Suhendra (Mantan staf khusus Menteri ESDM, Pakar Community Development, Ahli Public Policy)
M Ichsan Loulembah (Mantan anggota DPD RI, Pakar Desentralisasi, Ahli Komunikasi, dan Aktivis)
Abdul Wahab (Praktisi Pertanian / Ahli Nutrisi Tanaman)
Baban Sarbana (Founder Kampung Wisata ZIMBA)

KUALIFIKASI PESERTA
A. Syarat Umum:
1) Laki-laki / Perempuan (maksimal 45th)
2) Memiliki jiwa leadership
3) Memiliki visi dan komitmen pemberdayaan (motivasi kuat memajukan desa)
4) Siap mengikuti semua aturan program Lumbung Desa
5) Kondisi kesehatan memadai sehingga tidak mengganggu jalannya program (dibuktikan dengan hasil cek kesehatan)

B. Syarat Khusus
Membuat profil desa, juga proposal pengembangan desa dengan melampirkan dokumentasi dan foto-foto pendukung, berupa kondisi geografis desa dan keadaan masyarakat desa.

C.Syarat Tambahan
1) Fotokopi Kartu KTP
2) Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
3) Curriculum Vitae/ Riwayat Hidup
4) Pas Foto 3x4 sebanyak 2 lembar

D. Syarat Desa:
 Memiliki potensi sumber daya alam yang baik
 Memiliki modal sosial yang memadai, contoh: spirit gotong royong masyarakatnya.

Investasi: Rp 250.000                                                                                                                                                                                                                                          
(Fasilitas: penginapan & akomodasi selama 3 hari 3 malam, materi dari pembicara kompeten, visitasi Lumbung Desa Kp. Cibaeud Cigalontang, Modul, Tabloid Alhikmah, dan lainnya)

Pendaftaran paling lambat: Selasa, 11 April 2017
Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui link berikut:
http://bit.ly/formlumdes2

E-mail: info@sinergifoundation.org
Info selengkapnya: Suri (088218424403)
www.sinergifoundation.org

Lumbung Pangan, Lembaga Pengolahan Lahan, Seminar Ilmu Penyuluhan Pertanian | 088218424403


Segera daftar dan ikuti workshop:
LUMBUNG DESA MEMANGGIL
Pemuda/i Pembangun Negeri

13-16 April 2017
Hotel Dewi Asri Tasikmalaya & Lumbung Desa Kp. Cibaeud Cigalontang Tasikmalaya

Narasumber:
Sudirman Said (Inisiator Institut Harkat Negeri, Menteri ESDM periode 2015-2016)
Erie Sudewo (Social Innovator, Peraih Penghargaan Social Entrepreneur dari Ernst n Young, Tokoh Zakat Nasional)
TO Suprapto (Founder Kawasan Pertanian Terpadu “Joglo Tani”)
Nizar Suhendra (Mantan staf khusus Menteri ESDM, Pakar Community Development, Ahli Public Policy)
M Ichsan Loulembah (Mantan anggota DPD RI, Pakar Desentralisasi, Ahli Komunikasi, dan Aktivis)
Abdul Wahab (Praktisi Pertanian / Ahli Nutrisi Tanaman)
Baban Sarbana (Founder Kampung Wisata ZIMBA)

KUALIFIKASI PESERTA
A. Syarat Umum:
1) Laki-laki / Perempuan (maksimal 45th)
2) Memiliki jiwa leadership
3) Memiliki visi dan komitmen pemberdayaan (motivasi kuat memajukan desa)
4) Siap mengikuti semua aturan program Lumbung Desa
5) Kondisi kesehatan memadai sehingga tidak mengganggu jalannya program (dibuktikan dengan hasil cek kesehatan)

B. Syarat Khusus
Membuat profil desa, juga proposal pengembangan desa dengan melampirkan dokumentasi dan foto-foto pendukung, berupa kondisi geografis desa dan keadaan masyarakat desa.

C.Syarat Tambahan
1) Fotokopi Kartu KTP
2) Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
3) Curriculum Vitae/ Riwayat Hidup
4) Pas Foto 3x4 sebanyak 2 lembar

D. Syarat Desa:
 Memiliki potensi sumber daya alam yang baik
 Memiliki modal sosial yang memadai, contoh: spirit gotong royong masyarakatnya.

Investasi: Rp 250.000                                                                                                                                                                                                                                          
(Fasilitas: penginapan & akomodasi selama 3 hari 3 malam, materi dari pembicara kompeten, visitasi Lumbung Desa Kp. Cibaeud Cigalontang, Modul, Tabloid Alhikmah, dan lainnya)

Pendaftaran paling lambat: Selasa, 11 April 2017
Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui link berikut:
http://bit.ly/formlumdes2

E-mail: info@sinergifoundation.org
Info selengkapnya: Suri (088218424403)
www.sinergifoundation.org

Penyuluhan Pertanian, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Workshop Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bandung | 088218424403


Segera daftar dan ikuti workshop:
LUMBUNG DESA MEMANGGIL
Pemuda/i Pembangun Negeri

13-16 April 2017
Hotel Dewi Asri Tasikmalaya & Lumbung Desa Kp. Cibaeud Cigalontang Tasikmalaya

Narasumber:
Sudirman Said (Inisiator Institut Harkat Negeri, Menteri ESDM periode 2015-2016)
Erie Sudewo (Social Innovator, Peraih Penghargaan Social Entrepreneur dari Ernst n Young, Tokoh Zakat Nasional)
TO Suprapto (Founder Kawasan Pertanian Terpadu “Joglo Tani”)
Nizar Suhendra (Mantan staf khusus Menteri ESDM, Pakar Community Development, Ahli Public Policy)
M Ichsan Loulembah (Mantan anggota DPD RI, Pakar Desentralisasi, Ahli Komunikasi, dan Aktivis)
Abdul Wahab (Praktisi Pertanian / Ahli Nutrisi Tanaman)
Baban Sarbana (Founder Kampung Wisata ZIMBA)

KUALIFIKASI PESERTA
A. Syarat Umum:
1) Laki-laki / Perempuan (maksimal 45th)
2) Memiliki jiwa leadership
3) Memiliki visi dan komitmen pemberdayaan (motivasi kuat memajukan desa)
4) Siap mengikuti semua aturan program Lumbung Desa
5) Kondisi kesehatan memadai sehingga tidak mengganggu jalannya program (dibuktikan dengan hasil cek kesehatan)

B. Syarat Khusus
Membuat profil desa, juga proposal pengembangan desa dengan melampirkan dokumentasi dan foto-foto pendukung, berupa kondisi geografis desa dan keadaan masyarakat desa.

C.Syarat Tambahan
1) Fotokopi Kartu KTP
2) Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
3) Curriculum Vitae/ Riwayat Hidup
4) Pas Foto 3x4 sebanyak 2 lembar

D. Syarat Desa:
 Memiliki potensi sumber daya alam yang baik
 Memiliki modal sosial yang memadai, contoh: spirit gotong royong masyarakatnya.

Investasi: Rp 250.000                                                                                                                                                                                                                                          
(Fasilitas: penginapan & akomodasi selama 3 hari 3 malam, materi dari pembicara kompeten, visitasi Lumbung Desa Kp. Cibaeud Cigalontang, Modul, Tabloid Alhikmah, dan lainnya)

Pendaftaran paling lambat: Selasa, 11 April 2017
Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui link berikut:
http://bit.ly/formlumdes2

E-mail: info@sinergifoundation.org
Info selengkapnya: Suri (088218424403)
www.sinergifoundation.org

Kamis, 16 Maret 2017

GMI Gelar Kajian Islam Ramadhan Sepekan Bersama Sinergi Foundation


Bersama Sinergi Foundation, Pengurus Pusat Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) menggelar Kajian Islam Ramadhan selama sepekan bertajuk ‘Harmonisasi Keluarga dalam Memperkuat Akidah Umat’ selama 18-24 Juni 2014 bertempat di Ballroom Hotel Savoy Homann Bandung.
Istri Wakil Gubernur Jawa Barat Giselawati dan Ketua Umum PP GMI Ina Wiyandini meresmikan acara ini pada hari perdana, Kamis (18/06.2015). Di hadapan ratusan jama’ah yang memadati acara ini, Ina Wiyandini mengatakan Kajian Sepekan Ramadhan ini diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan para jamaah.
“Tujuannya agar bagaimana kita supaya sudah bangga bahwa kita adalah seorang muslim. Kemudian keimanan kita harus menigkat setelah bulan Puasa selesai dengan menjadi seorang mukmin,” kata Ina Wiyandini.
GMI pun menghadirkan banyak tokoh dan ulama selama sepekan kajian di antaranya Ketua MUI Bandung Prof. Dr. KH Miftah Faridl, Ustadzah Mimin Aminah, KH Athian Ali, KH Saiful Islam Mubarak, Ustadz Bobby Herwibowo, Ustadz Fatih Karim, dan masih banyak yang lain. Sementara itu, di hari perdana, kajian ini diisi oleh Drs. Iyan Rahdiana MM, Tengku Maulana SM, Aa Hadi dan Cheche Kirani.
Sinergi Foundation membuka layanan kemudahan melalui Konter Ramadhan di acara tersebut. Mari sempurnakan amaliyah kita dengan ber-WAZIN(Wakaf, Zakat, Infaq, Sedekah) melalui Sinergi Foundation.

Inovasi Program Wakaf Asia Tenggara


Paradigma wakaf di masyarakat harus berubah, yakni wakaf sebenarnya harus produktif, bukan sekadar yang bentuknya sosial. Karena wakaf yang produktif, nilai kemanfaatannya berlipat ganda, tetapi prinsipnya tetap terjaga. Demikian sepenggal latar belakang diinisiasinya program Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park yang diungkapkan, Direktur WakafPro-Sinergi Foundation Asep Irawan.
“Wakaf merupakan salah satu filantropi Islam yang bisa menjadi pilar ekonomi Islam, dan aset utama yang potensinya jauh lebih besar untuk kemashlahatan umat,” terang Asep dalam acara konferensi pers 3rdInternational Islamic Philanthropy, Senin (02/03/2015).
“Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park diluncurkan pada Desember 2013 lalu. Hal ini berangkat dari keterbatasan lahan pemakaman di perkotaan dan tingginya biaya pemakaman, sehingga sangat memberatkan untuk kaum dhuafa, khususnya,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Alhikmah, luas kawasan FMP dari target awal 31 hektar kini yang sudah tercapai sekitar 7 hektar, dan sudah ada 20 orang wakif dan 3 orang kaum dhuafa yang dimakamkan di lahan ini. Pemakaman ini, dipersiapkan untuk wakif, keluarga wakif, dan orang yang tidak mampu. Sampai saat ini sekitar 750 orang sudah menjadi wakif artinya sudah 15% dari target tahun 2014.
Keberadaan Pemakaman FMP ini akan dijadikan kawasan terpadu. Di antaranya terdapat kawasan masjid dan pesantren. Lalu pemberdayaan masyarakat melalui lahan pertanian sekitar 5 hektar, di bidang peternakan yang fokus pada ternak hewan domba dan kambing dengan target menghasilkan 5000 ekor.
Menurut Asep, keberadaan pemakaman muslim FMP ini merupakan aset sosial masyarakat Jawa Barat. Hal ini diharapakan bisa menjadi target visitasi peserta seminar, sebagai salah satu bukti nyata inovasi program filantropi Islam di negeri ini, bahkan di Asia Tenggara. “Yah, kami harapkan program ini dapat menjadi inspirasi model inovasi filantropi Islam di negaranya masing-masing,” tandas Asep.

Ketika MUI Pusat Tinjau Lokasi Firdaus Memorial Park Terkait Rekomendasi Syari


Pengelola (Nazhir) WakafPro 99 – Sinergi Foundation yang diwakili  Asep Irawan (Direktur WakafPro 99), HB Sungkaryo (GM Marketing Communications), Taufiq Hidayat (Public And Media Relation), menerima kunjungan resmi dari Pengurus  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jum’at, 10 Juli 2014.
Bertempat di Aula Training Centre WakafPro 99, Jl. Sidomukti 99, Bandung, silaturahim membahas rencana diterbitkanya Surat Rekomendasi Syar’i untuk Program Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park.
Selain verifikasi administrative, pihak MUI Pusat yang terdiri dari Wakil Ketua Komisi Fatwa   Prof. Drs. H, H. Nahar Nahrawi, MM dan  Sekretaris Komisi Fatwa, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, mengagendakan peninjauan lapangan langsung ke lokasi Taman Wakaf Pemakaman Muslim “Firdaus Memorial Park”.
“Selepas kunjungan lapangan, kita akan membawa hasilnya ke sidang Komisi fatwa. Prinsipnya, kami mengapresiasi keberadaan program ini,” kata Asrorun Ni’am Soleh, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat.

Menuju Desa Berdaulat Pangan, Sinergi Foundation Melaunching Program Lumbung Desa


Bicara sawah juga bicara kemiskinan di negeri ini. Mengapa demikian? Data yang dilansir badan pusat statistik tahun 2013,  menyajikan gambaran bahwa jumlah masyarakat miskin di Indonesia sebanyak 28,59 juta jiwa, 37% berada di perkotaan dan 63% di pedesaan. Di jawa Barat jumlah masyarakat miskin sebanyak 4,42 juta jiwa, 61% di perkotaan dan 39% di pedesaan. Peranan komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan pada umumnya yaitu beras yang memberi sumbangan sebesar 26,92% di perkotaan dan 33,38% di perdesaan.

Kontributor terbesar penduduk miskin selama ini adalah profesi buruh tani dan petani (kecil dan penggarap). Saat ini, jumlah buruh tani sekitar 5 juta orang dan jumlah rumah tangga usaha tani (RUT) diperkirakan mencapai 17,8 juta (15 juta diantaranya adalah rumah tangga usaha tani padi).

Dan kini, 88% petani memiliki lahan rata-rata hanya 0,5 ha. Lahan yang untuk kebutuhan sendiri pun tak cukup. Percayakah Anda bahwa ternyata 80% penghasilan petani untuk kebutuhan sehari-hari ternyata bukan dari pertanian, tapi dari pekerjaan lainnya, semisal tukang ojek atau buruh bangunan. Berkurangnya lahan, menurunnya hasil pertanian, dan sulitnya regenerasi petani pun mengarahkan indonesia dalam kondisi “gawatdarurat”.  Suatu kondisi tragis bagi negara agraris. Kedaulatan pangan terancam, berganti oleh krisis.

Berangkat dari hal itu, muncul gagasan program Lumbung Desa (LD). Sebuah gagasan yang diinisiasi Sinergi Foundation, sebagai upaya mengembalikan desa kepada khittahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia. Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani.  Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta. Tentu bukan pekerjaan sehari dua. Diperlukan kerja kolektif, sinergi dari seluruh elemen terkait  untuk mewujudkannya. Berpikir lantas beraksi. Meningkatkan daya saing desa, dengan langkah-langkah akseleratif, tanpa menanggalkan kearifan lokal yang sudah menjadi bagian dari nafas kehidupan.

Lumbung desa. Kultur sederhana, tapi begitu dalam maknanya. Bagaimana masyarakat desa yang kerap disebut sebagai masyarakat terbelakang, justru berpikir jauh ke depan. Kesadaran untuk mengelola karunia Allahu Ta’ala, berupa cadangan hasil panen agar bisa bertahan hingga musim berikutnya, bahkan dapatdigunakan membantu sesama yang membutuhkan, apakah patut disebut pandangan terbelakang?

Ada tindakan preventif, yang mencegah terjadinya krisis pangan sebagai kebutuhan dasar anak manusia di sana. Prinsip keadilan bukan belaka wacana, tatkala tetesan keringat para petani lokal dihargai secara proporsional, bahkan lebih, sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya. Prinsip kepedulian pun sebuah realita, ketika mereka yang berlebih sudi berbagi dengan yang lemah. Memupus ketamakan, warisan kultur feodal yang menciptakan ‘juragan- juragan’ lokal, kolega kolonial.

Karenanya, setelah pilot project pertama program Lumbung Desa di Desa Kiarasari Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, kini Lumbung Desa hadir di Kampung Cibaeud, Desa Lengkongjaya Kabupaten Tasikmalaya.